1. Masih sekolah
  2. Belum pernah sekolah
  3. Tidak sekolah lagi

Kategori “tidak sekolah lagi” merujuk pada penduduk yang pernah menempuh pendidikan formal namun saat survei dilakukan sudah tidak lagi terdaftar di satuan pendidikan. Kondisi tersebut dapat terjadi karena telah menyelesaikan suatu jenjang pendidikan maupun berhenti sebelum tamat.

Karena itu, angka 49.277 penduduk usia 16–18 tahun di Jambi tidak seluruhnya dapat dikategorikan sebagai putus sekolah (drop out). Angka tersebut merupakan gabungan dari kelompok “belum pernah sekolah” dan “tidak sekolah lagi”.

Sebagian dari kelompok tersebut diketahui telah menamatkan pendidikan wajib belajar sembilan tahun, seperti lulus SMP atau MTs, namun tidak melanjutkan ke jenjang SMA/SMK karena berbagai faktor. Di antaranya keterbatasan ekonomi keluarga, akses geografis, hingga daya tampung sekolah di sejumlah wilayah.

Meski demikian, keberadaan puluhan ribu remaja usia produktif yang tidak berada di bangku pendidikan tetap menjadi tantangan serius bagi peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM) di Provinsi Jambi.