Jakarta — Sektor perbankan di Indonesia semakin bergantung pada sistem digital dalam menjalankan layanan transaksi keuangan. Namun, di balik kemudahan tersebut, ancaman keamanan siber juga terus meningkat. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah bank dan lembaga keuangan di Indonesia tercatat mengalami gangguan sistem hingga serangan siber yang berdampak pada layanan publik.

Salah satu kasus terbesar yang pernah terjadi adalah serangan ransomware terhadap Bank Syariah Indonesia (BSI) pada tahun 2023. Selain itu, beberapa insiden lain juga melibatkan Bank Indonesia, sistem pembayaran antarbank BI-FAST, hingga bank-bank daerah.

Berikut rangkuman lengkap kasus keamanan siber yang pernah terjadi di sektor perbankan Indonesia berdasarkan laporan dan informasi resmi.

1. Bank Syariah Indonesia (BSI) – Serangan Ransomware 2023

Kasus paling menonjol terjadi pada Mei 2023 ketika sistem layanan Bank Syariah Indonesia mengalami gangguan besar akibat serangan ransomware.

Serangan tersebut menyebabkan layanan digital seperti mobile banking, ATM, dan layanan cabang mengalami gangguan dalam beberapa hari. Kondisi ini sempat mengganggu aktivitas transaksi nasabah secara luas.

Kelompok peretas yang mengklaim sebagai LockBit 3.0 menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut dan mengklaim telah mengakses serta mencuri data dalam jumlah besar. Namun, proses investigasi tetap dilakukan untuk memastikan validitas klaim tersebut.

Penanganan kasus ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Sistem BSI kemudian dipulihkan secara bertahap melalui proses recovery dan penguatan keamanan sistem.

Kasus ini menjadi salah satu insiden ransomware terbesar yang pernah terjadi di sektor perbankan Indonesia karena dampaknya yang langsung terasa pada layanan publik.