2. Bank Indonesia – Upaya Serangan Siber 2021–2022

Selain bank komersial, lembaga otoritas moneter Bank Indonesia juga pernah menjadi target serangan siber.

Dalam periode 2021 hingga 2022, terdeteksi adanya upaya ransomware yang menyasar sistem internal Bank Indonesia. Serangan tersebut dikaitkan dengan kelompok ransomware Conti dalam beberapa laporan keamanan siber global.

Meskipun terdapat indikasi akses tidak sah pada perangkat tertentu, sistem utama Bank Indonesia yang mengelola stabilitas moneter dan sistem pembayaran nasional tidak terdampak secara langsung.

Pihak Bank Indonesia kemudian melakukan langkah mitigasi dengan memperkuat sistem keamanan internal serta melakukan audit menyeluruh terhadap infrastruktur teknologi informasi.

Insiden ini menegaskan bahwa bahkan lembaga keuangan paling vital di Indonesia tetap menjadi target potensial serangan siber global.

3. Gangguan Sistem BI-FAST dan Transaksi Mencurigakan

Sistem pembayaran antarbank BI-FAST juga pernah menjadi sorotan akibat adanya transaksi mencurigakan yang terjadi di sejumlah bank peserta.

BI-FAST sendiri merupakan infrastruktur pembayaran real-time yang dikembangkan oleh Bank Indonesia untuk mempercepat transaksi antarbank dengan biaya rendah.

Namun, dalam beberapa laporan, ditemukan adanya penyalahgunaan akses pada aplikasi bank peserta yang menyebabkan transaksi ilegal dengan nilai signifikan. Meski demikian, Bank Indonesia menegaskan bahwa sistem inti BI-FAST tetap aman dan gangguan terjadi pada sisi bank peserta.

Otoritas terkait kemudian melakukan investigasi bersama OJK untuk memperkuat sistem keamanan digital perbankan dan mencegah kejadian serupa terulang.