JAKARTA – Menyelesaikan maraton sejauh 42,195 kilometer membutuhkan persiapan fisik dan mental selama berbulan-bulan. Namun, hasil latihan panjang tersebut bisa terganggu jika pelari melakukan sejumlah kesalahan menjelang hari perlombaan.
Seminggu sebelum maraton menjadi periode penting untuk memulihkan tubuh sekaligus mematangkan strategi. Perubahan mendadak pada pola makan, perlengkapan, maupun rutinitas berpotensi mengganggu kenyamanan dan performa saat berlari.
Agar persiapan tidak sia-sia, berikut tujuh hal yang sebaiknya dihindari pada pekan terakhir sebelum maraton.
1. Menambah Porsi Latihan secara Berlebihan
Seminggu sebelum maraton bukan waktu yang tepat untuk mengejar jarak tempuh atau membuktikan kemampuan. Menurut Verywell Fit, sesi lari jarak jauh terakhir sebaiknya dilakukan sekitar dua hingga tiga minggu sebelum perlombaan.
Pada pekan terakhir, pelari umumnya mengurangi jarak dan intensitas latihan. Strategi ini dikenal sebagai tapering, yaitu pengurangan beban latihan untuk memberi kesempatan kepada tubuh memulihkan diri dan mempersiapkan energi.
Pelari tetap dapat melakukan latihan ringan sesuai program. Namun, hindari sesi berat atau mencoba jarak baru yang berpotensi menambah kelelahan.
2. Mengubah Pola Makan secara Mendadak
Menjelang maraton, pertahankan pola makan yang sudah sesuai dengan kebutuhan tubuh. Jangan tiba-tiba mengonsumsi karbohidrat secara berlebihan tanpa perencanaan.
Perubahan pola makan secara mendadak dapat mengganggu pencernaan. Konsumsi makanan dalam jumlah berlebihan juga belum tentu membuat tubuh lebih siap menghadapi perlombaan.

