Hindari makanan yang biasanya memicu kembung atau diare, terutama menjelang hari lomba. Konsumsi alkohol dan minuman berkafein tinggi juga perlu diperhatikan agar tidak mengganggu pola tidur maupun strategi hidrasi.
3. Terus Mencemaskan Kondisi Tubuh
Berkurangnya porsi latihan pada pekan terakhir terkadang membuat pelari merasa kurang bugar, kurang berlatih, atau khawatir mengalami cedera. Kondisi ini dapat memicu kecemasan menjelang perlombaan.
Mengutip Runner’s World, pelatih lari sekaligus personal trainer Josh Wessler menyarankan pelari untuk mengingat kembali kerja keras yang telah dilakukan selama masa persiapan.
Jika selama ini berlatih secara konsisten dan menjaga kondisi tubuh, pelari sudah memiliki bekal untuk menghadapi maraton. Rasa cemas memang wajar, tetapi jangan sampai mendorong perubahan rencana latihan tanpa alasan yang jelas.
4. Mencoba Perlengkapan atau Strategi Baru
Hindari menggunakan perlengkapan yang belum pernah dicoba saat maraton. Sepatu baru, kaus kaki yang belum teruji, atau strategi pace yang berbeda dari latihan dapat menimbulkan masalah, seperti lecet dan kelelahan lebih awal.
Perlengkapan, asupan energi, serta strategi berlari sebaiknya sudah diuji selama sesi latihan. Dengan demikian, pelari memiliki waktu untuk kembali menggunakan pilihan yang terbukti nyaman jika muncul kendala.
Pada pekan terakhir, fokuslah pada perlengkapan dan strategi yang sudah dikenal tubuh.
5. Mengabaikan Kebutuhan Cairan
Menjaga hidrasi merupakan bagian penting dari persiapan maraton. Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi secara teratur selama pekan terakhir dan sesuaikan asupan dengan aktivitas serta kondisi cuaca.

