Jakarta — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan segera berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai kematian seorang peneliti di institut penelitian wabah pes di wilayah Irkutsk, Siberia.

Kasus tersebut memicu perhatian internasional setelah peneliti berusia 28 tahun, Darya Shipilova, meninggal pada 2 Oktober 2026. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi bahwa kematiannya disebabkan oleh pes atau bahwa telah terjadi wabah penyakit tersebut di wilayah Siberia.

Trump mengatakan dirinya memiliki jadwal pembicaraan dengan Putin ketika ditanya wartawan di Gedung Putih pada Selasa (6/10).

“Saya memang memiliki jadwal panggilan, ya,” kata Trump kepada wartawan.

Trump memastikan percakapannya dengan Putin mengenai persoalan tersebut akan berlangsung “segera”. Ia juga menyatakan Amerika Serikat siap memberikan bantuan kepada Rusia jika diperlukan.

AS Minta Rusia Terbuka soal Kasus Peneliti

Pemerintah Amerika Serikat menunjukkan perhatian terhadap kasus tersebut. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio meminta Rusia memberikan informasi lebih banyak mengenai kondisi yang terjadi di Irkutsk.

“Kami mendorong Rusia untuk transparan dan berbagi lebih banyak informasi dengan dunia sehingga kita semua dapat merespons secara tepat dan sesuai,” kata Rubio saat melakukan kunjungan ke Islandia seperti dikutip AFP.

“Bergantung pada apa yang kami ketahui mengenai hal ini, kami akan memahami bagaimana harus merespons,” papar Rubio menambahkan.

Rubio sebelumnya mengatakan AS terus memantau kasus tersebut. Pemerintah AS juga disebut sedang meminta informasi lebih lanjut mengenai kematian pekerja laboratorium tersebut.