Sementara itu, The Wall Street Journal melaporkan Kementerian Luar Negeri AS telah menyiapkan komunikasi diplomatik yang dikenal sebagai demarche kepada Rusia terkait kasus tersebut. Pesan itu disebut meminta informasi mengenai kejadian dan langkah penanganannya.

Rusia Bantah Ada Kasus Pes

Pihak berwenang Rusia membantah bahwa telah terjadi wabah pes di Irkutsk.

Badan pengawas kesehatan Rusia, Rospotrebnadzor, mengatakan Shipilova didiagnosis mengalami pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui. Pemeriksaan tambahan dilakukan karena perempuan tersebut bekerja di institut penelitian wabah pes, tetapi tidak ditemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan pekerjaannya.

Rospotrebnadzor juga membantah dokumen yang beredar di internet mengenai penerapan langkah khusus untuk menanggulangi wabah pes.

“Kami ingin menegaskan bahwa dokumen dan informasi yang dimaksud tidak berasal dari sumber resmi dan tidak benar,” kata badan tersebut melalui Telegram.

Gubernur Oblast Irkutsk Igor Kobzev juga mengatakan pemeriksaan Rospotrebnadzor menemukan bahwa perempuan tersebut meninggal akibat pneumonia dan penyebabnya “belum dapat ditentukan”.

“Tidak ditemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan pekerjaan profesional perempuan muda tersebut dalam sampel biologisnya,” katanya.

Kobzev menambahkan bahwa tidak ada staf lain di institut tersebut yang mencari pertolongan medis sejak kematian Shipilova.

Laporan Dugaan Kecelakaan Laboratorium

Sebelumnya, media Rusia People of Baikal melaporkan Shipilova diduga tertular pes pneumonik setelah terjadi kecelakaan di laboratorium. Laporan tersebut menyebut adanya dugaan tabung reaksi berisi bakteri penyebab pes pecah saat bekerja.