Jakarta — Presiden Donald Trump menunjuk Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat, Jay Clayton, untuk memimpin gugus tugas baru Gedung Putih yang menangani kecerdasan buatan (AI).
Penunjukan tersebut dilaporkan The Wall Street Journal pada Sabtu (3/10) waktu Amerika Serikat, berdasarkan wawancara dengan Clayton. Reuters kemudian melaporkan bahwa Clayton akan memimpin kelompok yang disebut “Super Intelligence Force” dan bertugas menyusun laporan mengenai risiko serta peluang AI dalam waktu 120 hari.
Clayton, yang menjabat sebagai Direktur Intelijen Nasional sejak Agustus, mengatakan kelompok tersebut dibentuk untuk memastikan Amerika Serikat tetap menjadi pemimpin dalam pengembangan AI tingkat lanjut sekaligus melindungi kepentingan masyarakat Amerika.
“Presiden meminta agar dibentuk sebuah kelompok” yang disebut sebagai “Pasukan Super Intelijen” untuk memastikan AS tetap menjadi pemimpin dalam AI tingkat lanjut sembari melindungi kepentingan rakyat Amerika, kata Clayton kepada WSJ. “Risiko jika tidak menjadi yang pertama sangatlah besar.”
Gugus Tugas AI Punya Waktu 120 Hari
Gugus tugas yang dipimpin Clayton akan mengkaji berbagai risiko yang berkaitan dengan AI. Mereka juga akan meninjau mekanisme pelaporan pemerintah saat ini terkait pelanggaran, peretasan, dan insiden lain yang melibatkan teknologi tersebut.
Setelah proses peninjauan, kelompok tersebut akan memberikan rekomendasi mengenai cara memperkuat kemampuan pemerintah federal dalam merespons risiko AI berdasarkan kewenangan yang sudah ada.

