Ahli nutrisi olahraga Namrita Brooke mengingatkan bahwa memulai perlombaan dalam kondisi dehidrasi dapat menimbulkan masalah selama berlari.

“Anda tidak ingin memulai [maraton] dalam keadaan dehidrasi, karena itu dapat menyebabkan kram, nyeri perut samping, dan dapat mengganggu kemampuan Anda untuk menyerap nutrisi selama perlombaan dan menyebabkan kelelahan dini,” kata Brooke.

Namun, minum air sebanyak-banyaknya juga bukan solusi. Konsumsi cairan secara berlebihan dapat mengencerkan kadar natrium dalam darah dan menyebabkan hiponatremia. Karena itu, penuhi kebutuhan cairan secara terukur dan sesuaikan dengan kondisi tubuh.

6. Panik ketika Sulit Tidur

Rasa gugup atau antusias menjelang perlombaan dapat membuat sebagian pelari sulit tidur nyenyak, terutama pada malam sebelum maraton.

Usahakan mempertahankan jadwal tidur yang teratur selama pekan terakhir. Namun, jangan langsung panik jika kualitas tidur pada satu malam tidak sesuai harapan.

“Anda bisa tampil hebat meskipun kurang tidur satu malam. Jangan biarkan itu mengganggu pikiran Anda karena Anda bisa tidur setelah perlombaan,” ujar Brooke.

Daripada terus mencemaskan waktu tidur yang berkurang, fokuslah pada rutinitas yang membantu tubuh beristirahat dan menjaga pikiran tetap tenang.

7. Tidak Mempelajari Peta Rute Maraton

Mempelajari rute sebelum hari perlombaan dapat membantu pelari menyusun strategi. Perhatikan lokasi tanjakan, turunan, bagian datar, pos air, serta titik pengisian energi yang tersedia.

Informasi tersebut membantu menentukan pace dan mengatur penggunaan tenaga sepanjang perlombaan. Pelari juga dapat memperkirakan bagian rute yang membutuhkan usaha lebih besar sehingga tidak menghabiskan energi terlalu cepat.