Strategi Pergantian Pemain Berbuah Hasil

Nur juga memberikan apresiasi kepada pelatih Reidel Toiran yang dinilai jeli membaca jalannya pertandingan melalui pergantian pemain.

Pada laga final, Reidel Toiran melakukan perubahan komposisi dengan memasukkan Rama Fazza menggantikan Fauzan Nibras. Putra Hidayatullah juga dipercaya menggantikan Ahmad Gumilar. Sementara Alfin Daniel, Boy Arnez Arabi, Hendra Kurniawan, dan Farhan Halim tetap menjadi pilihan utama sejak awal pertandingan.

Menurut Nur, keputusan tersebut memberikan dampak besar terhadap permainan Indonesia.

“Yang tidak kalah penting adalah strategi Coach Toiran yang brilian. Beliau memasukkan Rama Fazza menggantikan Nibras yang underperform hari ini. Alhamdulillah Rama mampu menghasilkan banyak poin melalui serangan maupun servis. Pergantian itu benar-benar sukses,” tutur Nur.

Ia mengaku bersyukur tim mampu melampaui ekspektasi banyak pihak sekaligus memenuhi target dengan pencapaian yang lebih tinggi.

“Alhamdulillah, serasa mimpi. Banyak orang yang meragukan tim ini, tetapi teman-teman menjawabnya dengan prestasi yang luar biasa, bahkan melampaui target federasi,” pungkas Nur.

Indonesia Tampil Dominan pada Final

Boy Arnez dan rekan-rekannya tampil impresif saat menghadapi Korea Selatan, tim yang sebelumnya mengalahkan Indonesia pada fase grup.

Set pertama berlangsung ketat hingga Indonesia berhasil menang 34-32. Momentum tersebut terus berlanjut pada dua set berikutnya yang berhasil diamankan dengan skor 25-16 dan 25-23.

Kemenangan tiga set langsung tersebut memastikan Indonesia keluar sebagai juara AVC Men’s Cup 2026 sekaligus menorehkan sejarah baru bagi voli putra nasional.