Surabaya – Polrestabes Surabaya mengamankan belasan peserta aksi demonstrasi #IndonesiaSekarat yang berlangsung di kawasan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (26/6) sore hingga malam.

Kapolrestabes Surabaya, Luthfie Sulistiawan, mengatakan jumlah peserta aksi yang diamankan masih dalam proses pendataan. Polisi sebelumnya mengerahkan 320 personel untuk mengawal jalannya unjuk rasa yang digelar sejak sore hari.

“Masih dihitung ya, tapi sementara ini mungkin ada sekitar belasan lah, kita masih hitung,” kata Luthfie kepada wartawan, Jumat malam.

Menurut Luthfie, aparat kepolisian sejak awal telah memberikan ruang kepada massa untuk menyampaikan aspirasi. Namun situasi disebut berubah setelah waktu Magrib ketika terjadi aksi perusakan dan pelemparan.

Polisi Sebut Terjadi Perusakan dan Pelemparan

Luthfie mengklaim sekelompok peserta aksi melakukan tindakan yang dinilai membahayakan masyarakat maupun peserta demonstrasi itu sendiri.

“Namun sampai setelah magrib, mereka memprovokasi dengan melakukan perusakan. Dan kita imbau untuk berhenti melakukan perusakan, tapi mereka terus melakukan perusakan dan pelemparan, sehingga kita juga menilai bahwa itu selain membahayakan masyarakat, juga membahayakan keselamatan mereka sendiri,” ujarnya.

Setelah situasi memanas, aparat melakukan pendorongan massa secara bertahap menggunakan pasukan Dalmas dan Pasukan Anti Huru-hara hingga menuju kawasan Bundaran Air Mancur Balai Pemuda.

Salah satu fasilitas yang dilaporkan mengalami kerusakan dalam peristiwa tersebut adalah pagar Gedung Negara Grahadi.

Luthfie menyatakan pihaknya menyayangkan terjadinya kericuhan karena sejak awal demonstrasi berlangsung polisi telah berkomitmen memberikan pengamanan agar penyampaian aspirasi berjalan sesuai aturan.

“Kita sangat menyayangkan itu, karena dari awal sudah kita sampaikan bahwa komitmen kita, kita akan berikan pelayanan terbaik, karena mereka menyampaikan aspirasi sesuai dengan aturan, dengan santun,” kata dia.