Jakarta – PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil mengekspor 47.250 ton pupuk urea ke Australia sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas rantai pasok pupuk di kawasan Indo-Pasifik.
Ekspor tersebut ditandai dengan tibanya kapal MV Medi Luna di Pelabuhan Brisbane, Queensland, Australia.
Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan langkah ini merupakan implementasi kerja sama ekspor pupuk antara Indonesia dan Australia melalui skema Government-to-Government (G-to-G).
Selain itu, ekspor ini juga mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok pupuk yang andal di tengah ketidakpastian pasokan global.
Menurut Dony, keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata hasil transformasi yang telah dijalankan Pupuk Indonesia dalam meningkatkan daya saing, efisiensi operasional, dan kapasitas produksi perusahaan.
Transformasi tersebut tidak hanya memperkuat peran perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga meningkatkan kemampuan untuk memperluas pasar dan bersaing di tingkat internasional.
“Transformasi Pupuk Indonesia sudah menunjukkan hasil. Tidak hanya kuat memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga sudah mampu menjadi pemain ekspor yang diperhitungkan di pasar global,” ujarnya.
Kapasitas Produksi Dukung Pasar Domestik dan Ekspor
Pupuk Indonesia memiliki kapasitas produksi pupuk mencapai 14,8 juta ton per tahun, dengan target produksi urea sebesar 7,8 juta ton pada 2026.

