Lulusan Humaniora Dinilai Punya Nilai Tambah

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Daniela Amodei dari Anthropic.

Amodei menilai keterampilan interpersonal akan semakin penting dalam dunia kerja yang semakin banyak berkolaborasi dengan AI.

Menurutnya, lulusan dari bidang liberal arts atau humaniora memiliki bekal yang kuat karena menggabungkan kemampuan memahami manusia, sejarah, komunikasi, dan cara berpikir kritis.

Ia berpendapat AI saat ini sudah sangat kuat dalam bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika. Karena itu, kemampuan yang berkaitan dengan aspek manusia akan menjadi semakin bernilai.

“Saya pikir gagasan bahwa ada hal-hal yang membuat kita unik sebagai manusia, memahami diri kita sendiri, memahami sejarah, memahami apa yang membuat kita termotivasi, saya pikir itu akan selalu sangat, sangat penting,” tutur Amodei.

Soft Skill Jadi Kunci di Masa Depan

Selain kemampuan teknis, para pemimpin industri teknologi menilai keterampilan nonteknis atau soft skill akan menjadi faktor pembeda di era AI.

Kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, memahami perilaku manusia, bekerja sama, serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dipandang sebagai kompetensi yang sulit digantikan oleh mesin.

Amodei menegaskan kemampuan belajar dan berinteraksi dengan orang lain justru akan semakin penting di masa depan seiring semakin luasnya penggunaan AI dalam berbagai sektor.

Di tengah perubahan cepat yang terjadi di dunia kerja, kombinasi keterampilan teknis dan pemahaman terhadap manusia dinilai menjadi salah satu modal utama bagi Gen Z untuk membangun karier yang berkelanjutan.