Penambahan Gardu Listrik Jadi Pekerjaan Utama

Meski ditargetkan selesai pada 2027, Dudy mengakui proses elektrifikasi membutuhkan waktu karena melibatkan pekerjaan teknis yang cukup kompleks.

Salah satu pekerjaan utama yang harus dilakukan adalah penggantian gardu listrik di sepanjang lintasan menuju Rangkasbitung.

Proses tersebut memerlukan perencanaan dan pelaksanaan bertahap agar sistem kelistrikan mampu mendukung operasional rangkaian kereta yang lebih panjang dan berkapasitas besar.

Dudy juga meminta masyarakat bersabar karena pembangunan infrastruktur perkeretaapian harus mengikuti tahapan teknis yang berlaku.

“Kami memahami dan kita juga mengerti harapan dan tuntutan masyarakat dan kita akan berupaya secepat mungkin, sesegera mungkin memenuhi apa yang menjadi harapan dari masyarakat,” kata Dudy.

Selain jalur Rangkasbitung, pemerintah juga berencana mempercepat pengembangan layanan di lintasan lain, termasuk Cikampek.

KAI Siapkan Penambahan Kapasitas Layanan

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, mengatakan permintaan masyarakat terhadap layanan Commuter Line Tanah Abang-Rangkasbitung terus mengalami peningkatan.

Karena itu, PT KAI bersama Kementerian Perhubungan berupaya memperkuat kapasitas sarana dan prasarana di lintasan tersebut.

“Peningkatan kapasitas agar perjalanan pelanggan menjadi lebih nyaman dan tersedia lebih banyak pilihan perjalanan,” kata Bobby.

Langkah awal yang dilakukan adalah memperkuat sistem LAA. Saat ini daya listrik di lintas Tanah Abang-Rangkasbitung masih berada pada level 3.000 volt.

Angka tersebut lebih rendah dibanding lintas Bogor dan Bekasi yang telah menggunakan daya listrik sebesar 4.000 volt.

Perbedaan kapasitas listrik itu membuat operasional rangkaian 12 kereta belum dapat dijalankan secara optimal.

Untuk mendukung peningkatan layanan, KAI berencana menambah 11 gardu traksi di sepanjang lintasan tersebut.