JAKARTA — Tren tattoo removal atau penghapusan tato semakin diminati seiring berkembangnya teknologi laser yang mampu membantu memudarkan hingga menghapus tato permanen.

Banyak orang memutuskan menghapus tato karena alasan pekerjaan, perubahan gaya hidup, hingga sudah tidak lagi menyukai gambar lama di tubuhnya.

Meski demikian, proses penghapusan tato tidak sekadar menghilangkan tinta dari permukaan kulit. Mengutip American Society for Laser Medicine & Surgery (ASLMS), teknologi laser bekerja dengan mengirim pulsa energi cahaya yang sangat terkonsentrasi ke pigmen tinta tato.

Energi tersebut kemudian memecah partikel tinta menjadi ukuran yang jauh lebih kecil. Setelah pigmen pecah, tubuh secara perlahan membersihkan sisa partikel tinta melalui sistem imun dan sistem limfatik.

Karena itu, tato umumnya memudar sedikit demi sedikit dan tidak langsung hilang hanya dalam satu kali tindakan laser.

Saat tinta berhasil dipecah oleh laser, tubuh akan melanjutkan proses pembersihan. Sel imun seperti makrofag, yang bertugas membersihkan benda asing dalam tubuh, akan menangkap partikel tinta berukuran kecil tersebut.

Partikel itu kemudian dibawa melalui sistem limfatik untuk dibersihkan secara bertahap. Dalam proses ini, laser hanya berfungsi menghancurkan tinta, sedangkan tubuh berperan mengeluarkan sisa pigmen dari kulit.