Banyak orang berharap tato bisa langsung hilang setelah satu kali tindakan. Padahal, tinta tato berada di beberapa lapisan dermis dengan kedalaman yang berbeda-beda.

Mengutip American Academy of Dermatology, saat tato dibuat, tinta ditumpuk dalam beberapa lapisan kulit. Kondisi itu membuat laser tidak dapat menghancurkan seluruh pigmen sekaligus secara aman dalam satu sesi.

Jumlah sesi yang dibutuhkan juga berbeda pada setiap orang. Beberapa faktor yang memengaruhi hasil penghapusan tato antara lain warna tinta, kedalaman tato, jumlah tinta, usia tato, lokasi pada tubuh, jenis kulit, hingga kemampuan tubuh membersihkan pigmen.

Selain itu, warna tinta juga sangat memengaruhi efektivitas laser removal. Pigmen hitam biasanya paling mudah dihilangkan karena mampu menyerap energi laser lebih baik dibanding warna lain.

Sebaliknya, warna seperti hijau, biru, merah, kuning, dan putih cenderung lebih sulit dihapus dan terkadang membutuhkan jenis laser berbeda. Bahkan tinta putih termasuk salah satu yang paling sulit dihilangkan karena beberapa pigmen putih dapat berubah menjadi lebih gelap setelah terkena laser.

Penghapusan tato bukan hanya soal menghilangkan gambar dari kulit. Di balik proses tersebut, terdapat interaksi antara teknologi laser, sistem imun, tinta, dan jaringan kulit yang bekerja secara bertahap untuk memudarkan tato sedikit demi sedikit.