JAKARTA – PT Taspen (Persero) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencanangkan Bulan Dana Pensiun Indonesia 2026 melalui kegiatan Kick Off bertema “Muda Berkarya, Tua Bahagia” di Area Pedestrian FX Sudirman, Jakarta, Minggu (6/9).
Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 500 peserta dan menjadi langkah awal untuk meningkatkan literasi serta pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mempersiapkan masa pensiun sejak usia produktif.
Tidak hanya di Jakarta, Kick Off Bulan Dana Pensiun 2026 juga dilaksanakan secara serentak di Bandung dan Semarang.
Corporate Secretary Taspen, Henra, mengatakan perencanaan pensiun perlu menjadi bagian dari perencanaan kehidupan yang dilakukan sejak usia produktif.
Menurutnya, persiapan sejak awal memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk membangun perencanaan masa pensiun yang matang.
“Saat dalam masa produktif, kita memiliki kesempatan untuk membangun masa depan yang ingin kita jalani, termasuk mempersiapkan masa pensiun. Karena itu, pensiun sebaiknya tidak dipandang sebagai sesuatu yang baru dipikirkan ketika masa kerja berakhir, tetapi sebagai bagian dari perjalanan hidup yang perlu direncanakan sejak sekarang,” kata Henra.
Melalui Bulan Dana Pensiun Indonesia 2026, Taspen dan OJK mendorong masyarakat agar mulai memandang persiapan pensiun sebagai bagian dari perencanaan kehidupan, bukan sesuatu yang baru dilakukan ketika memasuki masa pensiun.
Bulan Dana Pensiun Digelar Setiap Juli
Setelah pencanangan 2026, Bulan Dana Pensiun Indonesia akan ditetapkan sebagai momentum tahunan yang dilaksanakan setiap bulan Juli.
Penetapan tersebut dikaitkan dengan sejarah penyelenggaraan Konferensi Kesejahteraan Pegawai yang pertama kali berlangsung pada 24-26 Juli 1960.
Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan pertama kali menjalankan program Jaminan Pensiun pada 1 Juli 2015.
Momentum tahunan tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya mempersiapkan kehidupan setelah masa produktif.
Dengan perencanaan yang dilakukan lebih awal, masyarakat memiliki waktu lebih panjang untuk mempersiapkan kebutuhan finansial dan kehidupan pada masa pensiun.

