JAKARTA – Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada operasional penerbangan di sejumlah bandara pada Minggu (6/9). Di Bandara Internasional Pattimura Ambon, sebanyak 875 penumpang terdampak setelah delapan penerbangan rute Ambon-Jakarta dan Jakarta-Ambon dibatalkan. Sementara di Bandara Internasional Juanda Surabaya, 75 penerbangan dibatalkan akibat dampak berantai dari gangguan penerbangan terkait sebaran abu vulkanik.
Di Bandara Pattimura Ambon, penumpang terlihat menunggu kepastian jadwal penerbangan yang terdampak penutupan sementara. Sebagian calon penumpang mendatangi loket maskapai Citilink dan Garuda Indonesia untuk mengetahui kepastian keberangkatan.
Salah seorang penumpang, Yan, mengatakan penerbangannya tidak dapat dilakukan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Pihak maskapai sempat memberikan pilihan pengembalian tiket atau refund hingga 100 persen.
“Ini karena erupsi jadi kita tidak tahu kapan selesai. Satu sisi kita mengikuti saja penerbangan, satu sisi mereka kembalikan full, jadi kepastian belum pasti,” ujar Yan saat ditemui di Bandara Pattimura, Minggu (6/9).
8 Penerbangan Ambon-Jakarta Dibatalkan
Kepala Divisi Operasional Service dan Security Bandara Pattimura, Ida Made Dwipayana, mengatakan pihaknya menutup sementara penerbangan rute Ambon-Jakarta hingga pukul 19.00 WIT.
Sementara itu, penerbangan dari Ambon menuju sejumlah daerah lain, seperti Makassar, Surabaya, Papua, serta rute antarkabupaten dan kota di Maluku, masih beroperasi seperti biasa.
“Kami sementara tutup penerbangan Ambon-Jakarta saja karena kondisi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum surut,” kata Ida.
Ia mengatakan terdapat 875 penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan. Jumlah tersebut berasal dari delapan penerbangan, terdiri atas empat penerbangan rute Ambon-Jakarta dan empat penerbangan Jakarta-Ambon.
“Jadi ada delapan maskapai yang batal, rinciannya empat penerbangan dari Ambon-Jakarta dan empat lagi penerbangan Jakarta-Ambon,” ujarnya.
Berdasarkan data operasional yang dirilis pengelola Bandara Pattimura, delapan penerbangan tersebut terdiri atas empat penerbangan dari Jakarta menuju Ambon dan empat penerbangan dari Ambon menuju Jakarta.
Pihak bandara meminta penumpang melakukan pembatalan tiket. Biaya tiket akan dikembalikan hingga 100 persen karena kondisi abu vulkanik masih belum berangsur surut.
Hingga Minggu, pihak Bandara Pattimura belum dapat memastikan kapan penerbangan Ambon-Jakarta kembali dibuka. Koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk bandara tujuan, masih dilakukan.

