JAKARTA — Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, akan menghadapi mantan timnya, PSM Makassar, dalam lanjutan kompetisi Super League di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Kamis (22/10/2026). Meski kini menukangi Bajul Ijo, Tavares mengaku tetap menghargai empat tahun kebersamaannya dengan klub berjuluk Juku Eja tersebut.
Dalam sesi konferensi pers prapertandingan pada Rabu (21/10), Tavares menyebut laga tersebut akan menjadi momen emosional karena harus menghadapi tim yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.
“Besok kita akan menghadapi mereka dengan baju yang berbeda. Saya menghargai empat tahun yang sudah terjadi di sini. Besok akan sebagai lawan, tetapi setelah pertandingan, kita tetap bersaudara,” kata Tavares.
Meski memiliki ikatan dengan PSM, pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa pertandingan kali ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi Persebaya. Kedua tim sama-sama membutuhkan hasil maksimal untuk menjaga persaingan di kompetisi.
PSM Punya Modal Kemenangan, Persebaya Berbekal Hasil Imbang
Tavares menilai PSM Makassar memiliki modal positif menjelang pertandingan setelah meraih kemenangan pada laga sebelumnya. Sebaliknya, Persebaya harus puas berbagi poin setelah bermain imbang melawan PSS Sleman di kandang sendiri.
Selain perbedaan hasil pertandingan terakhir, Tavares juga menyoroti waktu pemulihan yang dinilai lebih menguntungkan PSM.
“PSM datang dengan modal yang bagus, menang, sementara Persebaya datang dengan modal satu poin di kandang menghadapi PSS. PSM unggul dua hari recovery, sementara Persebaya baru saja bisa melakukan pemulihan. Besok akan menjadi pertandingan yang sulit,” ungkapnya.

