KARAWANG — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, meminta jajarannya tidak mempersulit proses perizinan perpanjangan operasional kilang minyak dan gas bumi (migas) skala menengah.

Bahlil menginstruksikan jajaran Kementerian ESDM dan SKK Migas agar memberikan perhatian kepada perusahaan skala menengah, bukan hanya perusahaan besar. Ia juga meminta permohonan yang telah memenuhi persyaratan teknis dan regulasi segera diproses.

“Pak Joko (Kepala SKK Migas Djoko Siswanto), saya minta sama Pak Dirjen (Migas Laode Sulaiman) jangan hanya ngurus perusahaan yang besar-besar. Yang menengah juga diurus,” ujar Bahlil dalam acara peresmian Kilang LPG Cilamaya di Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10).

Bahlil Minta Perizinan Rampung Maksimal Sepekan

Bahlil menyampaikan instruksi tersebut sebagai respons atas permohonan PT Energi Nusantara Perkasa (ENP) terkait perpanjangan masa operasi atau life extension Kilang LPG Gresik di Jawa Timur.

Ia menegaskan, permohonan yang telah memenuhi ketentuan harus segera diselesaikan. Bahlil menetapkan batas waktu paling lama satu minggu agar berkas yang telah memenuhi persyaratan dapat sampai ke mejanya untuk ditandatangani.

“Kalau sudah izin sudah selesai persyaratannya, aturannya sudah memenuhi syarat, paling lama seminggu sudah harus di meja saya, saya teken. Saya senang kerja itu yang gede, tapi kalau cuma omong-omong, enggak penting lagi. Saya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh PT Energi Nusantara Perkasa dalam menjalankan investasi pada hari ini,” katanya.