JAKARTA – Proyek penghubung sungai Ken-Betwa di India yang dirancang untuk mengatasi kekurangan air di wilayah rawan kekeringan justru memicu protes warga. Ratusan warga suku di sekitar Ajaygarh, negara bagian Madhya Pradesh, menentang proyek tersebut setelah kenaikan air menggenangi permukiman dan menenggelamkan sejumlah rumah serta kuil.

Dilansir Reuters pada 12 Oktober 2026, proyek Ken-Betwa merupakan tahap pertama dari program penghubung sungai nasional India yang diperkirakan bernilai US$87 miliar. Program tersebut bertujuan menghubungkan sekitar 30 sungai untuk mendistribusikan air ke wilayah yang membutuhkan, terutama kawasan yang rentan mengalami kekeringan.

Tahap pertama proyek ini menghubungkan Sungai Ken di Madhya Pradesh dengan Sungai Betwa di Uttar Pradesh. Pembangunannya mencakup Bendungan Daudhan dengan nilai sekitar US$4,6 miliar. Pemerintah India menargetkan proyek tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan air, mendukung irigasi pertanian, dan menghasilkan energi listrik.

Warga Protes karena Rumah dan Kuil Terendam

Salah satu warga yang ikut memprotes proyek tersebut adalah Bitti Bai Kondar. Bersama empat putranya, ia menyuarakan penolakan terhadap dampak proyek yang mengancam tempat tinggal dan kehidupan masyarakat setempat.

Menurut laporan Reuters, Kondar menyaksikan air yang meningkat akibat pekerjaan proyek menggenangi desanya. Warga menuntut kompensasi yang dinilai memadai sebelum meninggalkan tanah leluhur mereka.

“Pemerintah mengambil tanah dan air kami tanpa memberi kami tempat lain untuk tinggal,” kata Kondar kepada Reuters.