Namun, sejumlah pengkritik juga mempertanyakan dasar ilmiah proyek tersebut, khususnya asumsi bahwa daerah aliran Sungai Ken memiliki kelebihan air yang dapat dialihkan ke daerah aliran Sungai Betwa.

Himanshu Thakkar, koordinator South Asia Network on Dams, Rivers and People, mempertanyakan apakah asumsi tersebut telah dibuktikan secara meyakinkan. Perdebatan ini berkaitan dengan dasar perencanaan proyek, yakni pemindahan air dari satu daerah aliran sungai ke daerah lainnya.

Pemerintah India Klaim Kompensasi Terus Disalurkan

Pemerintah India menyatakan proyek Ken-Betwa dirancang untuk mengatasi persoalan kekurangan air yang telah lama dihadapi wilayah Bundelkhand, yang meliputi bagian Madhya Pradesh dan Uttar Pradesh.

Menurut keterangan resmi pemerintah India yang diterbitkan pada 2026, proyek ini ditargetkan menyediakan irigasi untuk 1,062 juta hektare lahan, pasokan air minum bagi sekitar 62 juta orang, serta menghasilkan 103 megawatt listrik tenaga air. Pemerintah juga menyatakan kompensasi dan program rehabilitasi bagi keluarga yang memenuhi syarat sedang dilaksanakan.

Data resmi pemerintah hingga Juli 2026 mencatat bahwa dari total penghargaan kompensasi lahan pertanian senilai 360,66 crore rupee untuk 10.913 orang terdampak, sebanyak 320,45 crore rupee atau 88,85 persen telah dibayarkan. Untuk kompensasi keluarga yang akan direlokasi, pemerintah mencatat pembayaran sebesar 590,74 crore rupee dari total 629,87 crore rupee yang telah ditetapkan.

Pemerintah menyatakan sisa pembayaran akan dilakukan setelah persyaratan hukum yang diperlukan diselesaikan. Meski demikian, laporan Reuters menunjukkan bahwa sebagian warga yang memprotes masih menilai kompensasi dan pengaturan tempat tinggal pengganti belum memadai.