JAKARTA – Kelelahan tidak selalu berasal dari aktivitas fisik. Pikiran yang terus bekerja dan tekanan emosional yang menumpuk juga dapat membuat seseorang merasa kehabisan energi. Karena itu, penting untuk mengenali perbedaan kelelahan mental dan kelelahan emosional agar dapat menentukan cara mengatasinya.

Kelelahan fisik umumnya dapat diringankan dengan istirahat yang cukup dan asupan energi yang memadai. Namun, kelelahan mental dan emosional membutuhkan pendekatan yang berbeda karena keduanya berkaitan dengan kondisi pikiran dan perasaan.

Perbedaan Kelelahan Mental dan Kelelahan Emosional

Kelelahan mental dan kelelahan emosional kerap dianggap sebagai kondisi yang sama. Padahal, keduanya memiliki penyebab dan gejala yang berbeda, sehingga cara penanganannya juga perlu disesuaikan.

1. Kelelahan Mental

Kelelahan mental merupakan kondisi ketika seseorang merasa lelah akibat terus berkonsentrasi dalam waktu lama atau melakukan aktivitas yang membutuhkan upaya berpikir intensif.

Kondisi ini dapat muncul ketika seseorang mengerjakan banyak tugas sekaligus, menghadapi tumpukan tanggung jawab pekerjaan, mengurus anak, atau merawat lansia.

Mengutip WebMD, kelelahan mental dapat dikenali melalui sejumlah gejala, antara lain:

  • Sulit berkonsentrasi.
  • Kemampuan menyelesaikan masalah menurun.
  • Kesulitan mengambil keputusan.
  • Motivasi menurun.
  • Perhatian mudah teralihkan.
  • Mudah marah.
  • Kecemasan berlebihan.
  • Tubuh mudah mengalami pegal atau nyeri.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi kelelahan mental.