1. Ambil jeda dari aktivitas

Tidak ada durasi istirahat yang berlaku sama untuk setiap orang. Namun, menyisihkan beberapa menit setiap satu hingga dua jam ketika bekerja atau melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi dapat menjadi pilihan.

Salah satu metode yang bisa dicoba adalah teknik Pomodoro. Metode ini membagi waktu kerja menjadi sesi-sesi singkat, umumnya 25 menit bekerja diikuti lima menit istirahat.

2. Luangkan waktu untuk bergerak

Aktivitas fisik saat jeda kerja dapat membantu menyegarkan tubuh. Kamu bisa melakukan peregangan, jumping jack, atau berjalan kaki selama 10–15 menit.

3. Temukan cara untuk bersantai

Kelelahan mental tidak selalu dapat dihindari sepenuhnya. Meski begitu, kamu dapat meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang membantu tubuh dan pikiran lebih rileks, seperti meditasi, yoga, menonton film, atau mendengarkan musik favorit.

2. Kelelahan Emosional

Berbeda dengan kelelahan mental yang berkaitan dengan tuntutan berpikir, kelelahan emosional merupakan kondisi ketika seseorang merasa kehabisan energi secara emosional akibat akumulasi stres dari kehidupan pribadi, pekerjaan, atau kombinasi keduanya.

Orang yang mengalami kelelahan emosional dapat merasa kehilangan kendali atas hidupnya. Mereka juga mungkin merasa terjebak dalam situasi yang sulit dihadapi.

Mengutip Healthline, sejumlah kondisi yang dapat memicu kelelahan emosional meliputi pekerjaan dengan tekanan tinggi, seperti dokter, guru, dan perawat; menempuh pendidikan yang intens; jam kerja panjang; menjalani pekerjaan yang tidak disukai; masalah keuangan; kematian anggota keluarga; serta merawat orang terkasih yang sedang sakit.