Ia juga menilai kompensasi yang ditawarkan belum cukup untuk memulihkan kehidupan keluarganya setelah kehilangan lahan dan tempat tinggal.

Dampak proyek juga dirasakan Dhaniram Bhatnagar, seorang pemuka agama setempat. Kuil tempatnya bekerja dilaporkan telah terendam. Bhatnagar mengatakan, kuil tersebut merupakan sumber penghasilannya, sedangkan kompensasi yang ditawarkan pemerintah hanya mencakup rumahnya.

Pemerintah India dilaporkan menawarkan kompensasi setidaknya 1,25 juta rupee India per hektare kepada warga yang terdampak di sepanjang Sungai Ken. Namun, sebagian warga menilai nilai tersebut belum mencukupi kerugian yang mereka alami.

Bendungan Daudhan dan Ancaman terhadap Lingkungan

Selain persoalan tempat tinggal dan kompensasi, proyek Ken-Betwa juga menghadapi kritik dari kelompok lingkungan.

Bendungan Daudhan yang direncanakan memiliki panjang sekitar dua kilometer diperkirakan menyebabkan genangan sekitar 9.000 hektare lahan. Wilayah terdampak mencakup bagian dari Panna Tiger Reserve, kawasan konservasi yang penting bagi habitat satwa liar, termasuk harimau.

Dokumen pemerintah India menyebutkan bahwa genangan akibat waduk proyek diperkirakan mencakup sekitar 4.141 hektare zona inti dan 1.314 hektare zona penyangga Panna Tiger Reserve. Sepuluh desa juga diperkirakan terdampak, dengan sekitar 1.913 keluarga masuk dalam kelompok yang akan terkena dampak berdasarkan kajian yang diumumkan pemerintah pada 2022.

Pemerintah menyatakan dampak lingkungan yang tidak dapat dihindari akan diupayakan untuk dikurangi melalui penanaman pohon, konservasi satwa liar, dan langkah mitigasi lainnya.