JAKARTA — Pernahkah kamu merasa kesulitan memahami perasaan orang lain, bahkan ketika mereka sedang menghadapi masalah berat? Kebiasaan tersebut mungkin terlihat sepele, tetapi dapat memengaruhi hubungan dengan orang-orang di sekitarmu.
Ciri-ciri seseorang yang kurang empati dapat terlihat dari cara mendengarkan, menanggapi kritik, hingga menyikapi kesalahan orang lain. Meski demikian, perilaku tertentu tidak serta-merta membuktikan bahwa seseorang tidak memiliki empati. Situasi, kondisi emosional, dan kebiasaan komunikasi juga dapat memengaruhi respons seseorang.
Mengenali tanda-tandanya dapat menjadi langkah awal untuk memahami diri sendiri dan memperbaiki hubungan dengan orang lain.
Apa Itu Kurang Empati?
Empati merupakan kemampuan untuk memahami sudut pandang dan perasaan orang lain tanpa langsung menilainya berdasarkan pengalaman pribadi.
Orang yang mengalami kesulitan berempati mungkin tidak mudah memahami alasan seseorang merasa sedih, takut, kecewa, atau marah. Akibatnya, respons yang diberikan terkadang kurang sesuai dengan kebutuhan emosional orang tersebut.
Mengutip penjelasan MasterClass, empati mencakup kemampuan memahami perspektif orang lain, merasakan keterhubungan emosional, dan menunjukkan kepedulian terhadap keadaan mereka.
Ketika kemampuan ini belum berkembang dengan baik, seseorang dapat mengalami kesulitan dalam membangun hubungan yang sehat. Namun, empati bukan sifat yang sepenuhnya tetap karena dapat diasah melalui latihan dan kebiasaan sehari-hari.
7 Ciri-Ciri Kamu Kurang Empati
Berikut sejumlah perilaku yang dapat menjadi bahan refleksi untuk mengetahui apakah kamu perlu meningkatkan kemampuan berempati.
1. Sulit Memahami Perasaan Orang Lain
Salah satu tanda yang dapat muncul adalah kesulitan memahami alasan seseorang merasa sedih, kecewa, atau marah. Kamu mungkin menganggap persoalan yang dihadapi orang lain sebagai hal sepele karena tidak merasakan dampak yang sama.

