Berdasarkan laporan kinerja MRT Jakarta 2025 yang disebut dalam naskah sumber, jaringan Fase 1 memiliki panjang 15,7 kilometer. Sementara itu, pembangunan Fase 2A direncanakan melayani rute sepanjang enam kilometer.

Per Jumat (25/9), progres pembangunan Fase 2A dilaporkan mencapai 65,1 persen, melampaui target progres sebesar 63,04 persen.

Dalam keterangan di laman resminya pada Senin (5/10), MRT Jakarta menargetkan penyelesaian segmen pertama rute Bundaran HI–Monas pada akhir 2027. Adapun segmen kedua hingga Kota ditargetkan selesai pada akhir 2029.

Selain pengembangan Fase 2A, MRT Jakarta merencanakan jaringan lintas timur–barat dengan panjang sekitar 84,1 kilometer. Jalur tersebut direncanakan membentang dari Karang Tengah, Tangerang, hingga Cikarang, Bekasi.

Rencana pengembangan lainnya adalah jaringan lintas lingkar luar sepanjang 10,9 kilometer, yang direncanakan menghubungkan Stasiun Fatmawati dengan Kampung Rambutan.

Perluasan jaringan diharapkan dapat memperluas jangkauan transportasi berbasis rel dan meningkatkan konektivitas antarkawasan. Dengan demikian, tantangan transportasi Jakarta bukan hanya mempertahankan kenyamanan layanan yang sudah ada, melainkan juga memperluas akses agar semakin banyak warga dapat menggunakan transportasi publik untuk aktivitas sehari-hari.