Ia merinci jumlah penumpang harian sejumlah moda transportasi, yakni:

  • LRT Jabodebek: sekitar 115.000 penumpang.
  • Commuter Line atau KRL: sekitar 1,1 juta penumpang.
  • MRT Jakarta: sekitar 127.000 penumpang.
  • Trans Jabodetabek: sekitar 55.000 penumpang.

Djoko mendorong penambahan rute dan kapasitas layanan, termasuk Transjabodetabek, layanan penghubung kawasan perumahan di Bodetabek, serta Mikrotrans di Jakarta.

Saat ini, menurut data yang disampaikan Djoko, terdapat 18 rute Transjabodetabek dan 87 rute Mikrotrans yang dioperasikan PT Transportasi Jakarta.

“Kalau itu dilakukan (menambah rute dan kapasitas), harapannya 4 hingga 5 tahun ke depan bisa bertambah sepertiga lagi jumlah penumpang yang bisa dilayani. Indonesia bisa, tinggal jawabannya belum mampu atau belum mau?” ujarnya.

Ilham juga menilai kehadiran MRT menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk membangun transportasi publik modern. Ia berharap standar kenyamanan dan fasilitas serupa dapat diterapkan pada moda transportasi lainnya dengan dukungan pemerintah.

“Ada banget (perubahan). Setelah ada MRT, baru sadar ternyata Indonesia bisa juga provide hal kayak gini. Biasanya kita coba di luar (negeri), sekarang di Indonesia. Kenapa enggak dari dulu aja ada ini (MRT),” kata Ilham.

Marwah turut menyampaikan optimisme terhadap perkembangan transportasi publik di Indonesia.

“Bisa kok, Indonesia punya MRT yang layak di setiap area, yuk bisa yuk!” ujarnya.

Perluasan Jaringan MRT Jakarta hingga 84,1 Kilometer

Untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat, MRT Jakarta tengah mengembangkan jaringan baru sekaligus merencanakan perluasan layanan jangka panjang.