Ahli neurologi Adam Mednick menjelaskan bahwa demensia juga dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengenali dan menafsirkan sinyal internal tubuh, termasuk rasa lapar dan kenyang.

“Demensia mempersulit penafsiran sinyal internal tubuh untuk rasa lapar dan kenyang,” ujar Mednick.

Perubahan tersebut dapat memengaruhi pola makan secara berbeda pada setiap orang. Sebagian mungkin makan lebih sedikit karena lupa atau tidak merasakan lapar, sedangkan yang lain dapat makan berulang kali karena lupa sudah menyantap makanan.

“Hasilnya bisa ke mana saja, menyebabkan makan terlalu sedikit atau dalam beberapa kasus, makan berlebihan,” ujarnya.

Untuk membantu lansia, keluarga dapat membuat jadwal makan yang teratur, menyediakan makanan yang mudah dijangkau, dan memperhatikan kecukupan asupan harian.

4. Keinginan Mengonsumsi Makanan Manis Meningkat

Perubahan selera makan, termasuk meningkatnya keinginan mengonsumsi makanan manis, juga dilaporkan pada sebagian orang dengan demensia.

Menurut Mednick, perubahan tersebut dapat berkaitan dengan gangguan pada bagian otak yang berperan dalam pengendalian impuls dan pengambilan keputusan.

Kecenderungan ini secara khusus dapat ditemukan pada sebagian penderita demensia frontotemporal atau frontotemporal dementia (FTD), yaitu kelompok gangguan yang memengaruhi lobus frontal dan temporal otak.

“Lobus frontal biasanya membantu kita mengatur impuls dan pilihan makanan. Saat rusak, pengaturan itu melemah, dan sering kali muncul ketertarikan yang kuat terhadap makanan manis,” jelasnya.