Pada orang dengan demensia, kemampuan tersebut dapat mengalami penurunan. Akibatnya, kegiatan seperti merencanakan menu, berbelanja bahan makanan, mengikuti resep, dan memasak beberapa hidangan sekaligus bisa menjadi lebih sulit.
Meski demikian, perubahan menu tidak selalu menunjukkan demensia. Faktor usia, kondisi fisik, kelelahan, perubahan suasana hati, dan keterbatasan aktivitas juga dapat memengaruhi kebiasaan memasak seseorang.
2. Kehilangan Minat terhadap Makanan
Tanda lain yang patut diperhatikan adalah berkurangnya minat terhadap makanan yang sebelumnya disukai.
Perubahan fungsi otak pada sebagian orang dengan demensia dapat memengaruhi penciuman, persepsi rasa, serta kenikmatan saat makan. Akibatnya, makanan yang dahulu terasa lezat mungkin mulai dianggap hambar atau tidak menarik.
Jika perubahan tersebut berlangsung terus-menerus, asupan makanan seseorang dapat berkurang. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko penurunan berat badan, kekurangan nutrisi, dan dehidrasi.
Keluarga sebaiknya memperhatikan apakah orang tua mulai sering meninggalkan makanan, kehilangan selera makan, atau mengalami perubahan berat badan yang tidak disengaja.
Namun, hilangnya nafsu makan juga dapat disebabkan oleh masalah gigi dan mulut, efek samping obat, depresi, gangguan pencernaan, atau penyakit lainnya. Karena itu, penyebabnya perlu dinilai secara menyeluruh.
3. Sering Lupa Waktu Makan
Gangguan ingatan merupakan salah satu gejala yang dapat muncul pada demensia. Kondisi ini bisa membuat seseorang lupa apakah sudah makan, melewatkan jadwal makan, atau kesulitan mengikuti rutinitas sehari-hari.

