Karena itu, MBG harus dikawal dengan standar yang jauh lebih tinggi daripada sekadar “makanan sudah sampai dan sudah dimakan.”

Makanan memang harus bergizi.

Tetapi makanan juga harus aman.

Distribusi harus cepat.

Tetapi keselamatan tidak boleh dikorbankan demi kecepatan.

Program boleh besar.

Anggarannya boleh triliunan.

Target penerimanya boleh jutaan.

Tetapi satu hal tidak boleh berubah:

nyawa seorang anak tidak boleh dianggap sebagai angka statistik.

Tragedi Lampung semestinya menjadi alarm keras.

Bukan untuk menghentikan niat baik memberikan makanan bergizi kepada anak-anak.

Tetapi untuk memastikan niat baik itu tidak berjalan dengan sistem yang buruk.

Sebab negara tidak boleh puas hanya karena berhasil memberi makan anak.

Negara harus memastikan anak-anak itu pulang dalam keadaan selamat.

Dan kalau ada celah dalam sistem MBG yang memungkinkan risiko keselamatan luput dari pengawasan, celah itu harus dibuka, diperiksa, dan ditutup.

Sebelum ada anak lain yang menjadi korban.

Sebelum satu keluarga lain menerima kabar paling buruk.

Sebelum kata “evaluasi” kembali muncul setelah semuanya terlambat.

MBG harus bergizi. Harus layak. Harus aman. Dan yang paling penting: jangan sampai program yang dirancang untuk menjaga masa depan anak justru gagal menjaga keselamatan mereka hari ini.