JAKARTA – Mikroplastik ditemukan dalam jumlah lebih tinggi pada pasien kanker paru-paru dibandingkan orang yang tidak mengalami kanker paru-paru dalam sebuah studi terbaru. Temuan tersebut menambah bukti bahwa partikel mikroplastik dapat masuk ke tubuh melalui udara yang dihirup, tetapi penelitian ini belum membuktikan bahwa mikroplastik menyebabkan kanker paru-paru.

Hasil penelitian tersebut akan dipresentasikan oleh Ilias Dimeas dari University College Dublin School of Medicine, Irlandia, dan University of Thessaly, Yunani, dalam Kongres European Respiratory Society (ERS) di Barcelona, Spanyol.

“Mikroplastik telah menjadi bagian yang tak terhindarkan dari lingkungan kita, tetapi kita masih sangat sedikit mengetahui apa yang terjadi setelah mikroplastik masuk ke tubuh manusia,” ujar Dimeas, dilansir News Medical.

Dimeas mengatakan, para peneliti masih belum mengetahui berapa tingkat latar belakang mikroplastik di paru-paru, seberapa besar variasinya pada setiap orang, atau apakah mikroplastik memang berkontribusi terhadap penyakit.

“Jika kita menghirup partikel-partikel ini setiap hari, kita perlu memahami ke mana partikel-partikel itu berakhir dan apakah partikel-partikel itu dapat dikaitkan dengan penyakit,” kata Dimeas.

Mikroplastik Ditemukan pada Sampel Paru-paru

Penelitian Dimeas dan rekan-rekannya melibatkan 100 orang yang menjalani bronkoskopi untuk menyelidiki gejala paru-paru di Rumah Sakit Universitas Larissa, Thessaly, Yunani.

Bronkoskopi merupakan prosedur yang memungkinkan dokter melihat paru-paru dan saluran udara pasien. Prosedur dilakukan dengan memasukkan bronkoskop melalui hidung atau mulut, melewati tenggorokan, kemudian masuk ke paru-paru.

Dalam penelitian tersebut, dokter mengambil sampel kecil jaringan dan bilasan paru-paru menggunakan larutan garam untuk mendeteksi keberadaan mikroplastik.

Dari 100 pasien yang diteliti, 50 orang didiagnosis menderita kanker paru-paru, sedangkan 50 lainnya tidak.

Para peneliti secara keseluruhan mengidentifikasi 232 partikel mikroplastik. Mikroplastik terdeteksi pada setidaknya satu sampel dari 70 persen pasien.

Ketika dibandingkan berdasarkan kelompok, pasien kanker paru-paru memiliki mikroplastik lebih banyak dibandingkan pasien yang tidak mengalami kanker. Pada sampel bilasan paru-paru, mikroplastik terdeteksi pada 66 persen pasien kanker, dibandingkan 46 persen pasien tanpa kanker.

Peneliti juga menemukan perbedaan antara sampel bilasan dan jaringan dari pasien yang sama. Kandungan mikroplastik lebih banyak ditemukan pada sampel bilasan dibandingkan jaringan.

Sampel bilasan mengumpulkan partikel dari ruang udara di dalam paru-paru, sedangkan sampel jaringan menangkap partikel yang tertanam di jaringan paru-paru. Temuan ini menunjukkan bahwa mikroplastik tidak terdistribusi secara merata di seluruh bagian paru-paru.