Jakarta — Perselingkuhan dalam pernikahan sering kali identik dengan hubungan seksual bersama orang lain. Padahal, pengkhianatan terhadap pasangan tidak selalu dimulai dari hubungan fisik.

Di era media sosial, perselingkuhan juga dapat muncul melalui interaksi yang terlihat sederhana, seperti berkirim pesan secara intens, memberikan komentar bernada genit, hingga diam-diam menyukai unggahan lawan jenis.

Tentu, tidak setiap like atau komentar di media sosial dapat langsung disebut sebagai perselingkuhan. Namun, interaksi yang dilakukan secara diam-diam, berulang, memiliki nuansa romantis, atau sengaja disembunyikan dari pasangan dapat menjadi persoalan dalam hubungan.

Dalam pembahasan mengenai hubungan dan pernikahan, perselingkuhan dapat muncul dalam berbagai bentuk, termasuk seksual, emosional, finansial, hingga perilaku yang sering disebut micro-cheating. Bentuk-bentuk tersebut memiliki batas yang dapat berbeda pada setiap hubungan karena bergantung pada kesepakatan, kepercayaan, dan batasan yang dibuat pasangan.

Jenis-jenis perselingkuhan

1. Selingkuh secara seksual

Perselingkuhan seksual merupakan bentuk yang paling mudah dikenali. Kondisi ini terjadi ketika seseorang melakukan hubungan intim dengan orang lain di luar pasangan atau pernikahannya.

Tindakan tersebut secara langsung melanggar kesepakatan eksklusivitas seksual dalam hubungan.

Dalam beberapa kasus, perubahan perilaku pasangan dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan, misalnya mulai menjaga jarak secara fisik, menghindari keintiman, atau menunjukkan perubahan mendadak dalam kehidupan seksual.

Namun, perubahan tersebut tidak serta-merta membuktikan adanya perselingkuhan. Komunikasi tetap menjadi cara terbaik untuk memahami perubahan yang terjadi dalam hubungan.