Nama Indra Nainggolan, S.Sos., M.SP. dalam beberapa tahun terakhir semakin akrab dalam ruang sosial dan politik Humbang Hasundutan. Putra Parlilitan ini kini duduk sebagai anggota DPRD Humbang Hasundutan periode 2024–2029 dari Partai Gerindra setelah memperoleh 2.241 suara di Daerah Pemilihan Humbang Hasundutan 3. Di internal partai, ia tercatat sebagai Bendahara DPC Gerindra Humbahas dan kini menjalankan peran sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD Humbahas.

Namun bagi saya pribadi, perjalanan Indra menarik bukan semata karena jabatan politiknya. Jauh sebelum duduk di parlemen, ia telah bergerak dalam persoalan-persoalan sosial melalui Yayasan Satu Hati Membangun atau YASAM.
Hubungan Indra dengan YASAM dapat ditelusuri melalui dokumen resmi pemerintah. Izin penyelenggaraan pendidikan nonformal yang diterbitkan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan pada 2018 mencatat Indra Nainggolan sebagai pemilik/penyelenggara YASAM untuk kegiatan taman bacaan dan belajar komputer gratis di Sionom Hudon Tonga, Parlilitan. Pemberitaan lain menyebutnya sebagai founder YASAM, sementara publikasi akademik mengenai kegiatan rehabilitasi sosial menyebut Indra bersama istrinya sebagai pimpinan yayasan.
Jejak kepedulian sosial Indra juga terlihat melalui Panti Asuhan dan Rumah Singgah Satu Kasih yang berada dalam pelayanan YASAM. Panti ini berdiri sejak awal 2017 dengan semangat membantu anak-anak yatim piatu, anak terlantar, serta mereka yang terancam putus sekolah karena persoalan ekonomi dan keluarga. Dalam perjalanannya, Panti Asuhan Satu Kasih telah menjadi rumah sekaligus tempat bertumbuh dan memperoleh pendidikan bagi anak-anak asuh; pada 2023 tercatat sebanyak 22 anak yatim piatu berada dalam pengasuhan dan seluruhnya tengah menempuh pendidikan. Menurut keterangan yang diperoleh penulis, pelayanan tersebut juga telah menjangkau sejumlah anak dari Parlilitan, kampung halaman Indra, untuk memperoleh kesempatan pendidikan dan masa depan yang lebih baik.

