Tentu rekam jejak seorang pejabat publik tidak cukup dinilai hanya dari kegiatan seremonial ataupun pemberitaan. Kerja di DPRD pada akhirnya harus diuji melalui keberpihakan anggaran, fungsi pengawasan, produk kebijakan serta seberapa konsisten aspirasi masyarakat diperjuangkan sampai menghasilkan perubahan.

Namun setidaknya perjalanan Indra memperlihatkan satu pola: aktivitas sosial telah hadir sebelum kursi politik diperoleh. Bagi saya yang mengenalnya sebagai seorang abang sekaligus senior, bagian itulah yang menarik untuk terus diperhatikan.

Humbang Hasundutan membutuhkan semakin banyak figur publik yang memahami bahwa politik bukan hanya urusan jabatan. Politik adalah tentang sejauh mana kekuasaan bisa bersentuhan dengan pendidikan, masalah sosial, lingkungan, pertanian, dan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Perjalanan Indra Nainggolan masih panjang. Masyarakatlah yang pada akhirnya berhak menilai sejauh mana konsistensi, kapasitas dan kualitas kepemimpinannya berkembang dari waktu ke waktu.

Tentang Penulis

Wahyu Alwi Jorgi Pasaribu, S.T. adalah lulusan Teknik Lingkungan Universitas Jambi, jurnalis PT Orasi Media Group, serta pengelola kanal budaya Hutapanuli dengan lebih dari 55 ribu pelanggan; ia juga memiliki pengalaman dalam organisasi mahasiswa, pelayanan pemuda Kristen, komunikasi lintas budaya dan kegiatan internasional. Jorgi pernah bekerja di Jerman, menjadi Top 3 Delegasi SejutaCita Future Leaders Japan, serta aktif pada berbagai kegiatan kepemudaan, sosial dan lingkungan.