5. Memiliki dan memelihara perasaan romantis kepada orang lain

Perasaan tertarik kepada orang lain terkadang muncul tanpa direncanakan. Namun, tindakan seseorang dalam merespons perasaan tersebut tetap menjadi pilihan.

Memiliki ketertarikan kepada orang lain tidak selalu berarti seseorang telah berselingkuh. Masalah dapat muncul ketika perasaan tersebut sengaja dipelihara dan diwujudkan melalui tindakan romantis secara diam-diam.

Misalnya, memberikan perhatian berlebihan, memberikan hadiah, mencari kesempatan untuk berduaan, atau sengaja meluangkan banyak waktu bersama orang yang disukai.

Dalam kondisi seperti ini, batas antara sekadar ketertarikan dan perilaku yang mengkhianati pasangan menjadi semakin tipis.

6. Micro-cheating

Istilah micro-cheating merujuk pada berbagai perilaku kecil yang dapat menimbulkan keraguan terhadap komitmen seseorang dalam hubungan. Contohnya seperti diam-diam menghubungi mantan, tetap menggunakan aplikasi kencan meski dianggap sekadar hiburan, mengirim pesan bernada genit, atau menyembunyikan interaksi tertentu dari pasangan.

Perilaku tersebut juga dapat berupa memberikan like atau komentar secara intens kepada lawan jenis dengan cara yang membuat pasangan merasa tidak nyaman.

Namun, micro-cheating merupakan istilah yang batasannya subjektif. Tidak semua interaksi dengan orang lain dapat dikategorikan sebagai perselingkuhan. Konteks, niat, frekuensi, dan kesepakatan masing-masing pasangan tetap perlu diperhatikan.

Karena itu, sebuah like tidak bisa langsung disebut sebagai perselingkuhan. Persoalannya lebih terletak pada pola perilaku dan apakah tindakan tersebut melanggar kepercayaan atau batasan yang telah disepakati bersama.