7. Commemorative cheating

Jenis perselingkuhan ini terjadi ketika seseorang merasa sudah tidak memiliki cinta atau kedekatan emosional dengan pasangannya, tetapi tetap mempertahankan pernikahan karena alasan tertentu.

Misalnya, demi anak, tekanan sosial, kondisi ekonomi, atau kewajiban keluarga.

Dalam situasi tersebut, seseorang mungkin merasa memiliki alasan untuk mencari kebahagiaan bersama orang lain secara diam-diam.

Perselingkuhan dapat terjadi dalam bentuk emosional maupun seksual. Masalahnya, keputusan untuk menjalin hubungan baru secara sembunyi-sembunyi tetap berpotensi menghancurkan kepercayaan dalam pernikahan.

Jadi, apakah like lawan jenis termasuk selingkuh?

Jawabannya tidak bisa disamaratakan.

Memberikan like pada unggahan lawan jenis pada dasarnya merupakan aktivitas biasa di media sosial. Namun, konteksnya dapat berubah ketika tindakan tersebut dilakukan secara intens, disertai komentar atau pesan bernada romantis, dan sengaja disembunyikan dari pasangan.

Setiap pasangan juga memiliki batasan yang berbeda mengenai perilaku yang dianggap melanggar kepercayaan.

Ada pasangan yang menganggap interaksi di media sosial sebagai hal biasa, sementara pasangan lainnya merasa tidak nyaman jika pasangannya terlalu dekat dengan lawan jenis di dunia maya.

Karena itu, persoalan utamanya bukan sekadar tombol like, melainkan kepercayaan, batasan, niat, dan keterbukaan dalam hubungan.

Jika sebuah interaksi memang tidak bermasalah, keterbukaan kepada pasangan dapat membantu menjaga kepercayaan. Sebaliknya, ketika seseorang mulai merasa perlu menyembunyikan interaksi tertentu, kondisi tersebut layak dibicarakan agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.