Jakarta — Banyak orang tua tanpa sadar terlalu memanjakan buah hati. Keinginan anak sebisa mungkin dipenuhi karena dianggap sebagai bentuk kasih sayang. Lantas, apa saja ciri-ciri anak yang terlalu dimanjakan?

Setiap orang tua tentu menginginkan yang terbaik untuk anak. Membuat anak bahagia juga menjadi salah satu bentuk kasih sayang. Namun, jika hampir semua keinginan anak selalu dituruti tanpa batas, pola pengasuhan tersebut dapat membuat anak kesulitan menghadapi penolakan dan kekecewaan.

Anak yang terbiasa mendapatkan apa yang diinginkannya mungkin terlihat bahagia dan tidak kekurangan. Persoalan dapat muncul ketika mereka mulai menganggap orang lain harus selalu memenuhi keinginannya.

Memanjakan anak bukan sekadar tentang seberapa banyak barang atau fasilitas yang diberikan. Pola asuh yang terlalu memanjakan juga berkaitan dengan minimnya batasan dan kesempatan bagi anak untuk belajar mandiri.

Ciri-ciri Anak yang Terlalu Dimanjakan

Lantas, bagaimana mengetahui apakah seorang anak terlalu dimanjakan? Berikut sejumlah cirinya, merangkum berbagai sumber.

1. Sulit Menerima Jawaban “Tidak”

Anak yang terbiasa mendapatkan apa yang diinginkannya dapat mengharapkan segala sesuatu berjalan sesuai keinginannya.

Karena terbiasa dituruti, mereka bisa kesulitan ketika orang tua memberikan penolakan. Mengutip CNBC Make It, anak yang terlalu dimanjakan juga dapat menunjukkan perilaku menolak ketika diminta melakukan sesuatu.

2. Tidak Pernah Puas dengan Apa yang Dimiliki

Anak yang terbiasa dimanjakan boleh jadi memiliki banyak hal yang tidak dimiliki anak lain. Namun, mereka tetap menginginkan sesuatu yang baru secara terus-menerus.

Menukil MedicineNet, anak yang terlalu dimanjakan cenderung kurang menghargai apa yang telah dimiliki. Alih-alih berterima kasih atas sesuatu yang diberikan, perhatian mereka justru beralih pada keinginan lainnya.