2. Selingkuh online

Perkembangan media sosial dan aplikasi percakapan membuat perselingkuhan tidak harus melibatkan pertemuan secara langsung.

Selingkuh online dapat terjadi ketika seseorang menjalin komunikasi secara intens dengan orang lain melalui chat, panggilan, atau video call dengan muatan romantis maupun seksual.

Hubungan tersebut bahkan dapat berkembang menjadi ikatan emosional meski kedua orang tersebut belum pernah bertemu secara langsung.

Bagi pasangan, kondisi ini tetap dapat terasa sebagai pengkhianatan, terutama jika komunikasi tersebut sengaja disembunyikan atau melibatkan percakapan yang dianggap tidak semestinya dilakukan di luar hubungan.

3. Selingkuh finansial

Perselingkuhan tidak selalu berkaitan dengan perasaan atau hubungan romantis. Masalah keuangan juga dapat menjadi bentuk pengkhianatan dalam rumah tangga.

Selingkuh finansial atau financial infidelity terjadi ketika seseorang sengaja menyembunyikan perilaku keuangan yang diperkirakan tidak disetujui pasangannya. Bentuknya dapat berupa menyembunyikan pengeluaran, utang, tabungan, aset, atau penggunaan uang tertentu. Konsep ini juga telah diteliti dalam hubungan romantis dan pernikahan.

Contohnya, seseorang diam-diam menggunakan tabungan bersama untuk memberikan hadiah kepada orang lain atau menyembunyikan utang yang dapat berdampak pada kondisi keuangan keluarga.

Selain merusak kepercayaan, kebiasaan tersebut berpotensi menimbulkan persoalan ekonomi yang lebih besar dalam rumah tangga.

4. Selingkuh secara emosional

Perselingkuhan emosional terjadi ketika seseorang mulai membangun kedekatan emosional yang sangat kuat dengan orang lain di luar pasangannya tanpa keterbukaan yang memadai.

Orang tersebut bisa menjadi tempat utama untuk mencurahkan masalah, berbagi rahasia, mencari dukungan, hingga mendapatkan rasa nyaman yang sebelumnya diperoleh dari pasangan.

Perselingkuhan emosional sering dianggap tidak berbahaya karena tidak melibatkan kontak fisik. Padahal, kedekatan emosional yang terlalu intens dapat mengganggu hubungan dengan pasangan, terutama ketika hubungan tersebut sengaja disembunyikan.

Kondisi dapat semakin bermasalah ketika seseorang justru lebih memilih menceritakan berbagai hal penting kepada orang lain daripada kepada pasangannya.