JAMBI – Hujan berpotensi turun di sejumlah wilayah Provinsi Jambi pada 9–11 September 2026. Hujan dapat membantu membasahi lahan dan mengurangi kondisi kering, tetapi belum otomatis menghilangkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karena sebaran dan intensitasnya belum merata.

Berdasarkan pembaruan BMKG Jambi, Sabtu (5/9/2026), hujan ringan pada 9 September berpotensi terjadi di Kabupaten Kerinci, Merangin, dan Tanjung Jabung Timur.

Pada 10 September, hujan diprakirakan terjadi di Kabupaten Kerinci dan Bungo. Sementara pada 11 September, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Bungo, Tebo, dan Batanghari.

Hujan ringan juga berpeluang terjadi di Kota Sungai Penuh, Kerinci, sebagian Bungo dan Merangin, Sarolangun, serta Tanjung Jabung Barat.

Hujan Belum Merata, Karhutla Masih Mengintai

Potensi hujan dapat membantu meningkatkan kelembapan lahan sehingga menekan kemudahan material kering terbakar. Namun, hujan yang belum merata belum cukup untuk mengakhiri kondisi kering di seluruh wilayah Jambi. Di daerah yang masih kering, material mudah terbakar tetap berisiko memicu karhutla.

Karena itu, BMKG Jambi mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air serta tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, terutama di kawasan gambut, semak belukar, dan hutan. Warga juga diminta segera melaporkan jika menemukan indikasi titik api atau hotspot.

Prakirawan BMKG Provinsi Jambi, Randy HB, mengatakan prakiraan tersebut masih dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi cuaca.