JAKARTA — Otoritas Malaysia melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap bagaimana seorang pilot berinisial MSO (39) dapat lolos pemeriksaan Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) sebelum akhirnya ditangkap di Indonesia terkait kasus penyelundupan narkotika.

Pilot bernama Mohd Saufi bin Othman itu ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta setelah petugas menemukan narkotika di dalam barang bawaannya.

Selain diduga menjadi kurir sabu dan ekstasi, MSO juga diketahui membawa sebuah botol berisi urine yang diduga telah dipersiapkan untuk mengelabui tes narkoba.

Investigasi di Malaysia melibatkan kepolisian Malaysia (PDRM), Kementerian Perhubungan Malaysia (MOG), Badan Pengawasan dan Perlindungan Perbatasan Malaysia (AKPS), serta Grup Aviasi Malaysia (MAG).

Dirjen AKPS Mohd Shuhaily Mohd Zain mengakui MSO berhasil melewati seluruh pemeriksaan yang diperlukan di KLIA.

Dalam konferensi pers di Terminal Satu KLIA, Minggu (2/8), Shuhaily mengatakan berdasarkan penelusuran pihaknya, pilot tersebut telah menjalani seluruh pemeriksaan yang diperlukan sebelum naik pesawat pada 28 Juli.

Otoritas Malaysia kemudian mengetahui petugas Bea Cukai di Jakarta menemukan 14 bungkus ekstasi atau lebih dari 70.000 tablet di dalam koper pilot serta 4 gram metamfetamin di tas tangannya.

“Dalam pemeriksaan yang dilakukan seperti biasa dengan mesin pemindai kami, tidak ada gambar mencurigakan yang muncul saat tas diperiksa. Karena itu, tas tersebut lolos pemeriksaan,” kata Shuhaily dalam konferensi pers, dikutip dari The Strait Times.

Shuhaily menjelaskan sistem pemeriksaan tersebut menggabungkan kecerdasan buatan dengan penilaian manusia.

Pemindai secara otomatis menetapkan tingkat risiko sebelum petugas keamanan menentukan apakah pemeriksaan tambahan diperlukan.

“Kami sedang menunggu tanggapan dari pihak kepolisian agar kami dapat mempelajari bagaimana dia lolos dari pemeriksaan tanpa terdeteksi,” sambungnya.

Mengutip Antara berdasarkan informasi yang dihimpun di Kuala Lumpur, polisi setempat juga masih menyelidiki cara pilot tersebut dapat melewati pemeriksaan di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Shuhaily menegaskan setiap kru penerbangan di Malaysia harus melalui pemeriksaan ketat di bandara.

Menurut dia, setiap pelaku memiliki modus untuk melakukan tindak pidana seperti penyelundupan. Cara yang diduga digunakan dalam kasus MSO kini menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian Malaysia.