JAKARTA — Masyarakat perlu mewaspadai modus penipuan yang mengatasnamakan kurir paket dengan memanfaatkan fitur keamanan dan penautan perangkat pada WhatsApp. Pelaku menghubungi calon korban dengan berbagai alasan terkait pengiriman paket, kemudian mengarahkan korban untuk melakukan konfirmasi di WhatsApp.
Modus tersebut menjadi berbahaya ketika pelaku mulai meminta korban memasukkan atau mengonfirmasi kode verifikasi yang muncul pada perangkat.
Sekilas, permintaan tersebut dapat terlihat seperti bagian dari proses konfirmasi pengiriman paket. Namun, kode yang diberikan pelaku sebenarnya dapat berkaitan dengan proses akses atau penautan akun WhatsApp pada perangkat lain.
Berawal dari Mengaku sebagai Kurir
Modus biasanya dimulai ketika seseorang menghubungi korban dan mengaku sebagai kurir yang sedang mengantarkan paket.
Pelaku kemudian menggunakan berbagai alasan untuk membangun kepercayaan korban. Misalnya, korban diminta melakukan konfirmasi karena terdapat kendala pengiriman, alamat perlu diverifikasi, atau terdapat proses tertentu yang harus diselesaikan melalui WhatsApp.
Setelah korban mengikuti komunikasi tersebut, pelaku kemudian mengarahkan korban melakukan tindakan tertentu pada WhatsApp.
Pada tahap inilah pengguna perlu berhati-hati.
Permintaan yang terlihat seperti konfirmasi biasa ternyata dapat berkaitan dengan proses keamanan akun.
Kode Verifikasi WhatsApp Bisa Menjadi Celah Pengambilalihan Akun
Dalam sistem keamanan WhatsApp, kode verifikasi digunakan untuk memastikan bahwa seseorang memiliki akses terhadap nomor telepon yang digunakan untuk akun tersebut.

