JAKARTA — Di tengah kepanikan ratusan penumpang KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa pada Minggu dini hari, 13 September 2026, sebuah kisah tentang keteguhan pasangan suami istri turut menjadi perhatian publik.

Mereka adalah Lestari dan Feri, pasangan asal Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Feri diketahui bekerja sebagai sopir truk ekspedisi dan tengah dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin.

Lestari ikut mendampingi suaminya dalam perjalanan tersebut. Tak disangka, perjalanan itu berubah menjadi perjuangan panjang untuk bertahan hidup setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan sekitar pukul 02.00 WIB.

Dalam kondisi kapal terbalik dan suasana gelap, keduanya berusaha menyelamatkan diri. Feri kemudian mendapatkan sebuah pelampung berwarna oranye yang digunakan bersama untuk bertahan di tengah laut.

Mereka harus menghadapi dinginnya air laut, kelelahan, serta ketidakpastian selama berjam-jam. Dalam kondisi tersebut, Feri tetap berusaha menjaga agar dirinya dan Lestari tetap bertahan di atas pelampung.

Kisah keduanya kemudian viral setelah video yang memperlihatkan kondisi mereka di tengah laut beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, Lestari terlihat dalam kondisi lelah dan basah kuyup. Sementara Feri tampak berusaha tetap bertahan sambil menjaga istrinya.

Keduanya akhirnya berhasil diselamatkan setelah sekitar 10 jam terombang-ambing di laut.

Bagi Lestari dan Feri, kecelakaan itu bukan sekadar perjalanan yang berubah menjadi bencana. Peristiwa tersebut menjadi ujian panjang yang mereka lalui bersama—dalam kondisi ketika pilihan untuk bertahan sendiri dan menyelamatkan pasangan harus dihadapi secara bersamaan.

Kisah pasangan asal Lembata itu kemudian menyentuh banyak orang. Bukan karena kisah romantis seperti dalam film, melainkan karena mereka menghadapi situasi nyata yang mempertaruhkan hidup dan mati.

Satu pelampung menjadi tumpuan bagi dua nyawa. Dan setelah berjam-jam menghadapi laut, keduanya akhirnya berhasil kembali dengan selamat.

Kisah Lestari dan Feri menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana sebuah perjalanan bersama bisa berubah menjadi ujian yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya—dan bagaimana mereka memilih untuk melewatinya bersama.