Malaysia Selidiki Kemungkinan Keterlibatan Petugas

Otoritas Malaysia juga memastikan tidak akan berkompromi apabila ditemukan keterlibatan oknum petugas yang membantu MSO lolos dari KLIA dengan membawa narkotika menuju Indonesia.

Grup Aviasi Malaysia juga menyatakan akan meningkatkan prosedur pemeriksaan terhadap seluruh kru pesawat.

Mengutip kantor berita Malaysia, Bernama, Shuhaily meminta publik memberikan ruang dan waktu bagi proses penyelidikan internasional dan penegakan hukum.

Shuhaily mengaku akan memimpin proses investigasi internal tersebut.

Ia memastikan AKPS tidak akan tinggal diam apabila polisi menemukan dugaan kecurangan di pintu skrining KLIA.

“Saya akan memimpin dari PDRM pada investigasi internasional. Jika PDRM menemukan permainan apapun di dalam agensi saya, saya kira orang-orang harus lebih waspada,” katanya.

Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta

Sebelumnya, MSO ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta setelah petugas Bea Cukai mencurigai bagasinya ketika menjalani pemeriksaan X-ray di Terminal 3 Kedatangan Internasional pada Selasa (28/7) sekitar pukul 23.30 WIB.

Kecurigaan tersebut dilanjutkan dengan pemeriksaan terhadap koper dan pemiliknya di ruang pemeriksaan Bea Cukai.

“Petugas melihat salah satu koper yang mencurigakan, setelah koper tersebut di ambil oleh pemiliknya atas nama Mohd Saufi bin Othman yang merupakan pilot salah satu maskapai penerbangan asing,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, Kamis (30/7).

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan 14 bungkus besar dan satu bungkus paket narkotika jenis sabu di dalam koper tersebut.

Temuan itu kemudian dilaporkan kepada Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri untuk penanganan lebih lanjut.

Dalam pemeriksaan, Mohd Saufi yang telah ditetapkan sebagai tersangka mengaku diperintahkan seseorang untuk membawa sabu ke Jakarta dengan imbalan sebesar RM50.000.