Polisi Temukan Botol Berisi Urine

Pengembangan kasus kemudian mengungkap tersangka membawa sebuah botol kecil berisi urine.

Humas Bea Cukai Soekarno-Hatta Satria Yudhatama mengatakan botol tersebut diduga dipersiapkan sebagai langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu dilakukan pemeriksaan narkoba.

Namun, botol itu belum sempat digunakan ketika petugas melakukan tes urine terhadap tersangka. Botol ditemukan tersimpan di dalam tas milik Mohd Saufi.

“Di dalam tas tersangka Pilot MSO ditemukan botol kecil berisi cairan kuning yang ternyata urine. Dari pengakuan botol tersebut berisi urine ‘bersih’ sebelum yang bersangkutan mengkonsumsi narkotika. Jadi jika ada tes urine mendadak oleh maskapai atau otoritas penerbangan, akan digunakan yang di botol tersebut,” jelasnya.

Hasil tes urine yang dilakukan petugas menunjukkan Mohd Saufi positif mengonsumsi tiga jenis narkotika, yakni sabu, ekstasi, dan kokain.

“Dari hasil pemeriksaan tes urine, ternyata positif memakai sabu, ineks, dan kokain. Jadi, pada saat terbang itu sedang memakai,” kata Kepala Bea Cukai Soekarno-Hatta Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang kepada wartawan, Minggu (2/8).

Temuan tersebut mengindikasikan tersangka berada dalam pengaruh narkotika saat menjalankan tugas menerbangkan pesawat.

“Jadi, pada saat terbang itu sedang memakai (narkoba),” ucapnya.

Malaysia Airlines telah menyatakan menghormati proses hukum yang berlangsung di Indonesia dan akan bersikap kooperatif terhadap penyelidikan otoritas setempat.

“Malaysia Airlines ingin menegaskan kembali bahwa pihaknya tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran dan saat ini sedang melakukan peninjauan internal atas masalah tersebut,” katanya, dilansir Free Malaysia Today, Jumat (31/7).