Diagnosis kanker paru pada Paus mengejutkan banyak pihak. Ia baru terpilih sebagai pemimpin Gereja Katolik pada Mei 2025 dan dikenal aktif menjalankan berbagai kegiatan kepausan.
Agenda Publik dan Lawatan ke Amerika Selatan
Penampilan publik pertama Paus setelah keluar dari rumah sakit dijadwalkan pada Minggu (18/10) pukul 12.00 waktu setempat. Ia direncanakan memimpin doa Angelus mingguan dari jendela apartemennya yang menghadap Lapangan Santo Petrus.
Sebelum meninggalkan rumah sakit, Paus juga tetap menjalankan sebagian tugasnya. Pada Jumat (16/10), ia berbicara melalui telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan mendesak gencatan senjata agar bantuan penting dapat masuk ke Oleshky, kota di Ukraina yang dikuasai Rusia.
Vatikan juga masih mempersiapkan lawatan Paus ke Uruguay, Argentina, dan Peru pada 6–17 November 2026. Perjalanan tersebut diperkirakan menjadi salah satu agenda lawatan luar negeri yang padat bagi seorang paus dalam beberapa dekade.
Meski demikian, kondisi kesehatan Paus tetap menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan agenda tersebut. Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, menyatakan bahwa ritme kegiatan Paus mungkin perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatannya.
Perkembangan pemulihan dan hasil pemeriksaan lanjutan akan menjadi faktor penting dalam menentukan pelaksanaan agenda berikutnya. Hingga Paus dinyatakan siap menjalani seluruh rangkaian kegiatan, jadwal perjalanan tetap perlu mengikuti evaluasi medis.

