Memenuhi kebutuhan nutrisi. Berikan makanan bergizi seimbang dengan asupan kalsium dan protein yang cukup sesuai usia anak.
Mendukung aktivitas fisik. Dorong anak melakukan aktivitas fisik yang sesuai dengan usia dan kondisi kesehatannya.
Menerapkan kebiasaan hidup sehat. Pastikan anak mendapatkan pola makan dan istirahat yang memadai.
Memperhatikan riwayat kesehatan. Konsultasikan dengan dokter jika anak memiliki penyakit kronis, menggunakan obat jangka panjang, atau mengalami patah tulang berulang.
Segera memeriksakan cedera. Jangan mengabaikan nyeri, pembengkakan, atau perubahan bentuk anggota tubuh setelah anak mengalami benturan.
Anak yang telah didiagnosis mengalami osteoporosis atau memiliki riwayat patah tulang memerlukan arahan dokter mengenai aktivitas fisik dan penanganan yang aman. Jenis olahraga dan tingkat aktivitas sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tulang masing-masing anak.
Melalui momentum Hari Osteoporosis Sedunia, orang tua diharapkan semakin memahami bahwa kesehatan tulang perlu dijaga sepanjang hidup, termasuk sejak masa kanak-kanak. Mengenali faktor risiko dan tanda patah tulang sejak dini dapat membantu anak memperoleh pemeriksaan serta penanganan yang tepat.

