CNN turut menyoroti penyebaran asap ke sejumlah negara Asia Tenggara, terutama Malaysia dan Singapura.

Sementara itu, Sky News memberitakan kabut asap berwarna oranye yang menyelimuti sejumlah wilayah Indonesia dan menimbulkan kondisi berbahaya bagi masyarakat di dalam negeri maupun kawasan sekitarnya.

Sky News juga menyoroti laporan peningkatan kasus gangguan pernapasan di tujuh wilayah Indonesia yang terdampak karhutla. Selain persoalan kesehatan, media tersebut membahas perubahan kepemimpinan di badan nasional penanggulangan bencana serta kritik publik terhadap respons pemerintah dalam menangani kebakaran.

Dalam laporannya, Sky News mengutip perkiraan kelompok perlindungan lahan gambut Pantau Gambut yang menyebut sekitar 16 juta dari total 24 juta hektare lahan gambut di Indonesia semakin rentan terhadap kebakaran. Faktor yang disoroti mencakup deforestasi dan penurunan air tanah.

Kabut Asap Menjadi Persoalan Lingkungan dan Kesehatan

Sorotan berbagai media internasional memperlihatkan luasnya perhatian terhadap dampak karhutla di Indonesia. Fenomena langit jingga menjadi gambaran visual dari tingginya polusi udara yang ditimbulkan kebakaran hutan dan lahan.

Selain mengganggu jarak pandang dan aktivitas masyarakat, partikel halus dalam asap kebakaran dapat menimbulkan risiko kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan.

Penyebaran kabut asap hingga ke negara tetangga juga menegaskan pentingnya penanganan kebakaran secara berkelanjutan, termasuk pencegahan kebakaran lahan gambut, pemadaman titik api, dan pemulihan ekosistem yang rusak.