Setyawan mengatakan pengelolaan gambut perlu mempertimbangkan keberlanjutan ekonomi masyarakat. Dengan demikian, upaya pencegahan kebakaran dapat berjalan tanpa mengabaikan sumber penghidupan warga yang tinggal di sekitar kawasan gambut.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung perlindungan ekosistem sekaligus memberikan alternatif kegiatan ekonomi yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.

Pemodelan Ilmiah untuk Memetakan Risiko Kebakaran

BPGMN juga menilai pemodelan ilmiah diperlukan untuk memperkirakan waktu dan lokasi terjadinya kekeringan serta memetakan risiko kebakaran.

Untuk mendukung pengembangan tersebut, lembaga itu berencana melibatkan kelompok ahli dari berbagai bidang, mulai dari gambut, hidrologi, dan revegetasi hingga sosial ekonomi.

Kelompok ahli juga disiapkan untuk mendukung pengelolaan mangrove. Bersama ekosistem gambut, mangrove menjadi bagian dari lingkungan yang perlu dilindungi dan dipulihkan.

Pengembangan teknologi prediksi, pemetaan kondisi air, perbaikan tata kanal, dan pelibatan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan karhutla. Namun, keberhasilan sistem prediksi hingga tiga hari sebelumnya akan bergantung pada ketepatan data, kemampuan model, dan tindak lanjut mitigasi di lapangan.