Populasi Pari Manta Dipantau Secara Ilmiah
Keberhasilan program nantinya akan diukur melalui pemantauan ilmiah terhadap populasi dan habitat pari manta.
Lead Conservation Scientist Elasmobranch Institute Indonesia Edy Setyawan mengatakan data populasi, pergerakan pari manta, serta kondisi habitat menjadi bagian penting dalam mengukur capaian konservasi.
Salah satu metode yang digunakan adalah photo-ID, yakni identifikasi individu pari manta berdasarkan pola atau tanda khas pada tubuhnya. Metode tersebut memungkinkan peneliti mendokumentasikan individu dan memantau pergerakannya secara berkala.
“Integrasi data pemantauan populasi melalui photo-ID, pergerakan, dan kesehatan habitat penting untuk memverifikasi pencapaian ekologis serta memastikan kebijakan pengelolaan adaptif berbasis bukti ilmiah,” kata Edy.
Data pemantauan tersebut juga dapat menjadi dasar pengelolaan kawasan secara adaptif sehingga strategi konservasi dapat disesuaikan dengan kondisi yang ditemukan di lapangan.
Dari sisi pengelolaan kawasan, Kepala BLUD UPTD Pengelolaan Kawasan Konservasi Kepulauan Raja Ampat Hasan Makassar menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan program.
“Sebagai mandatori SUOP, kami berkomitmen memastikan setiap alokasi pendanaan berujung pada penguatan aksi nyata patroli pengawasan, pelestarian habitat, serta pendampingan masyarakat adat agar seluruh pemanfaat kawasan berpegang teguh pada prinsip berkelanjutan,” ungkap Hasan.
Manta Impact Bond saat ini masih berada dalam tahap perancangan. Penilaian kondisi awal, kajian kelayakan, konsultasi pemangku kepentingan, serta penyusunan strategi konservasi untuk 20 tahun ke depan masih dilakukan.
Skema tersebut ditargetkan mulai dilaksanakan pada awal 2029, setelah seluruh tahapan desain dan kajian selesai.

